Pages

Saturday, April 27, 2013

PROSES PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK-ANAK USIA PRASEKOLAH (TK)


Anak taman kanak-kanak adalah anak yang sedang berada dalam rentang usia 46 tahun, yang merupakan  sosok  individu  yang  sedang  berada  dalam  proses perkembangan. Perkembangan anak merupakan proses perubahan perilaku dari tidak matang  menjadi  matang,  dari  sederhana  menjadi  kompleks,  suatu  proses  evolusi manusia dari  ketergantungan menjadi makhluk dewasa yang mandiri. Perkembangan anak adalah suatu proses perubahan dimana anak belajar menguasai tingkat yang lebih tinggi dari aspek-aspek : gerakan, berpikir, perasaan, dan interaksi baik dengan sesama maupun dengan benda-benda dalam lingkungan hidupnya.
Proses pendidikan bagi anak usia 4-6 tahun secara formal dapat ditempuh di taman kanak-kanak atau radiathul anfal. Lembaga ini merupakan lembaga pendidikan yang  ditujukan   untuk  melaksanakan  suatu  proses  pembelajaran  agar  anak  dapat mengembangkan potensi-potensinya sejak dini sehingga anak dapat berkembang secara wajar  sebagai  seorang  anak.  Melalui  suatu  proses  pembelajaran  sejak  usia  dini, diharapkan anak tidak saja siap untuk  memasuki jenjang pendidikan lebih lanjut, tetapi yang lebih utama agar anak memperoleh rangsangan-rangsangan fisik-motorik, intelektual, sosial, dan emosi sesuai dengan tingkat usianya.
Membantu  proses  pengembangan  berbagai  aspek  perkembangan  anak  perlu diawali  dengan pemahaman tentang perkembangan anak, karena perkembangan anak berbeda  denga perkembangan  anak  remaja  atau  orang  dewasa.  Anak  memiliki karakteristik tersendiri dan anak memiliki dunianya sendiri. Untuk mendidik anak usia dini,        perlu dibekali pemahaman tentan dunia   anak   dan   bagaiman proses perkembangan anak. Dengan pemahaman ini diharapkan para pendidik anak usia dini memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menentukan proses pembelajaran ataupun perlakuan pada anak yang dibinanya.
Secara umum perkembangan yang dialami seorang manusia sepanjang siklus hidupnya dibedakan ke dalam 5 bentuk. Berikut ini akan dikaji 5 bentuk perkembangan yang terjadi pada masa awal anak-anak (TK/RA).
a.           Perkembangan Fisik dan Psikomotorik
Pertumbuhan selama awal masa kanak-kanak berlangsung lambat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan masa bayi.  Namun demikian awal masa kana-kanak merupakan masa pertumbuhan yang relatif seimbang dimana laju perkembangan berjalan secara berirama. Seiring  dengan  perkembangan  fisik  yang  beranjak  matang,  perkembangan motorik anak sudah dapat terkoordinasi dengan baik. Setiap gerakannya sudah selaras dengan kebutuhan  atau minatnya. Masa  ini ditandai dengan kelebihan gerak atau aktivitas. Anak cenderung menunjukkan gerakan-gerakan motorik yang cukup gesit dan  lincah.  Oleh  karena  itu,  usia  ini  merupakan  masa  yang  ideal  untuk  belajar keterampilan yang berkaitan dengan motorik, seperti menulis, menggambar, melukis, berenang, main bola dan atletik.
Perkembangan   fisik   yan normal   merupakan   salah   satu   fakto penentu kelancaran  proses  belajar,  baik  dalam  bidang  pengetahuan  maupun  keterampilan. Dengan kata lain, perkembangan motorik sangat menunjang keberhasilan belajar anak nanti  di  sekolah  dasar.  Pada  masa  usia  ini,  kematangan  perkembangan  motorik umumnya sudah mulai dicapai, karena itu  anak sudah mulai siap untuk menerima kegiatan yang berkaitan dengan keterampilan.
1)      Perkembangan Fisik
·        Pertambahan tinggi badan setiap tahunnya rata-rata 3 inci. Pada usia 6 tahun tinggi anak rata-rata 46,8 inci.
·        Pertambahan berat badan setiap tahunnya rata-rata 3 – 5 pon. Pada usia 6 tahun berat anak harus kurang lebih 7 kali berat pada waktu lahir. Anak perempuan rata-rata beratnya 48,5 pon dan anak laki-laki 49 pon.
·        Perbandingan tubuh sangat berubah dan penampilan bayi tidak tampak lagi. Wajah tetap kecil tetapi dagu tampak lebih jelas dan leher lebih memanjang. Gumpalan pada bagian-bagian tubuh berangsur-angsur berkurang. Dan tubuh cenderung berbentuk kerucut dengan perut yang rata (tidak buncit), dada yang lebih bidang dan rata, dan bahu lebihy luas dan lebih persegi. Lengan dan kaki lebih panjang dan lebih lurus, tangan dan kaki tumbuh lebih besar.
·        Perbedaan dalam postur tubuh untuk pertama kali tampak jelas dalam awal kanak-kanak. Ada yang posturnya gemuk lembek atau endomorfik, ada yang kuat berotot atau mesomorfik, dan ada lagi yang relative kurus atau ektomorfik.
·        Tingkat pengerasan otot bervariasi pada bagian-bagian tubuh mengikuti hukum perkembangan arah. Otot menjadi lebih besar, lebih kuat, dan lebih berat, sehingga anak tampak lebih kurus meskipun beratnya bertambah. Hal yang sama juga terjadi pada tulang.
·        Anak-anak yang cenderung bertubuh endomorfik lebih banyak jaringan lemaknya daripada jaringan otot, yang cenderung mesomorfik mempunyai jaringan otot lebih banyak daripada jaringan lemak, dan yang bertubuh ektomorfik mempunyai otot yang kecil dan sedikit jaringan lemak.

·        Selama 4 – 6 bulan pertama dari masa awal anak-anak 4 gigi bayi yang terakhir – geraham belakang – muncul. Selama setengah tahun terakhir gigi bayi mulai tanggal diganti dengam gigi tetap. Yang mula-mula lepas adalah gigi bayi yang pertama kali tumbuh yaitu gigi sari tengah. Bila masa awal anak-anak berakhir, pada umumnya bayi memiliki satu atau dua gigi tetap di depan dan beberapa celah dimana gigi tetap akan muncul.
2)      Perkembangan Psikomotorik
Perilaku motorik memerlukan adanya koordinasi fungsional antara neuromuscular system (persyaratan dan otot) dan fungsi psikis (kognitif, afektif dan konatit). Prinsip perkembangan utama yang tampak dalam semua bentuk perilaku psikomotorik ialah bahwa perkembangan itu berlangsung dari yang sederhana kepada yang kompleks, dan dari yang kasar dan global menjadi spesifik tetapi terkoordinasikan. Karakteristik perkembangan psikomotorik anak-anak usia TK diantaranya sebagai berikut.
·        Pada usia 3 tahun anak sudah mampu berputar secara tiba-tiba atau secara cepat, dapat melompat 15 – 24 inchi, dapat menaiki tangga tanpa bantuan, dapat berdiri dengan berganti kaki, dapat berjingkrak.
·        Pada usia 4 tahun anak lebih efektif mengontrol gerakan berhenti, memulai, dan berputar, dapat melompat 24 – 33 inchi, dapat menuruni tangga dengan berganti kaki, dapat melakukan jingkrak 4 sampai 6 langkah dengan satu kaki.
·        Pada usia 5 tahun anak sudah mampu melakukan gerakan start, berputar, atau berhenti secara efektif, dapat melompat 28 – 36 inchi, dapat menuruni tangga tanpa bantuan dan berganti kaki, dapat melakukan jingkrak dengan sangat mudah.
Awal masa kanak-kanak inilah masa yang ideal untuk mempelajari berbagai bentuk keterampilan tertentu mengingat perkembangan psikomotorik anak mengalami perkembangan yang cukup pesat. Apabila anak tidak diberi kesempatan mempelajari keterampilan tertentu maka mereka dimungkinkan tidak memiliki keterampilan dasar yang dimiliki teman sebayanya dan juga tidak memiliki motivasi untuk mempelajari bentuk-bentuk keterampilan yang lain.
b.             Perkembangan Kognitif
Intelektual merupakan salah satu aspek yang harus dikembangkan pada anak. Intelektual sering kali disamakan dengan kognitif, karena proses intelektual banyak berhubungan dengan berbagai konsep yang telah dimiliki anak dan berkenaan dengan bagaimana  anak  menggunakan  kemampuan  berfikirnya  untuk memecahkan persoalan.
Dalam kehidupannya mungkin saja anak dihadapkan kepada persoalan-persoalan yang menuntut adanya pemecahan. Menyelesaikan suatu persoalan merupakan langkah yang lebih kompleks pada diri anak. Sebelum anak mampu menyelesaikan persoalan, anak perlu memiliki kemampuan untuk mencari cara penyelesaiannya.
Perkembangan intelektual atau perkembangan kognitif dapat dipandang sebagai suatu perubahan dari suatu keadaan seimbang ke dalam keseimbangan baru. Setiap tahap perkembangan kognitif mempunyai bentuk keseimbangan tertentu sebagai fungsi dari kemampuan memecahkan masalah pada tahap itu. Anak membangun teori berdasarkan eksperimen yang dilakukannya. Saat anak menemukan benda atau peristiwa baru, anak berupaya  untuk memahaminya berdasarkan teori yang telah dimilikinya.
Anak-anak usia TK berdasarkan penggolongan perkembangan kognitif Piaget berada pada tahap praoperasional. Anak mulai merepresentasikan dunia dengan kata-kata dan gambar-gamba. Kata-kata dan gambar-gambar ini menunjukkan adanya peningkatan pemikiran simbolis dan melampaui hubungan informasi indrawi dan tindakan fisik.
c.              Perkembangan Moral
Perkembangan moral pada awal masa kanak-kanak masih dalam tingkat yang rendah, karena perkembangan intelektualnya belum mencapai titik dimana ia dapat menerapkan prinsip-prinsip abstrak tentang benar dan salah. Karena tidak mengerti tentang masalah standar moral, anak-anak harus belajar berperilaku moral dalam berbagai situasi. Anak-anak pada umumnya hanya belajar bagaimana bertindak tanpa mengetahui mengapa.
Dalam tahap perkembangan moral ini, anak-anak secara otomatis mengikuti peraturan-peraturan tanpa berpikir ataupun menilainya, dan mereka juga menganggap orang dewasa yang berkuasa sebagai mahakuasa. Anak-anak menilai semua perbuatan sebagai tindakan yang benar atau salah berdasarkan akibat yang diterima dari tindakan tersebut. Menurut sudut pandang anak-anak, perbuatan yang “salah” adalah yang mengakibatkan hukuman. Pada masa kanak-kanak, mereka belum mengembangkan hati nurani sehingga mereka tidak merasa bersalah atau malu bila melakukan suatu tindakan yang salah, malahan mereka takut dihukum atau mereka berusaha membenarkan tindakannya untuk menghindari hukuman
d.             Perkembangan Bahasa
Bahasa merupakan sarana berkomunikasi dengan orang lain. Dalam pengertian ini tercakup semua cara untuk berkomunikasi, dimana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk tulisan, lisan, isyarat atau gerak dengan menggunakan kata-kata, kalimat bunyi, lambang, gambar atau lukisan. Dengan bahasa semua manusia dapat mengenal dirinya, sesama manusia, alam sekitar,  ilmu pengetahuan dan nilai-nilai moral atau agama.
Pada usia 1 tahun, selaput otak untuk pendengaran membentuk kata-kata, mulai saling berhubungan. Anak sejak usia 2 tahun sudah banyak mendengar kata-kata atau memiliki kosa kata  yang luas. Gangguan pendengaran dapat membuat kemampuan anak untuk mencocokkan suara dengan huruf menjadi terlambat.
Bahasa anak mulai menjadi bahasa orang dewasa setelah anak mencapai usia 3 tahun. Pada saat itu ia sudah mengetahui perbedaan antara saya, kamu dan kita.
Pada  usia  4-6  tahun  kemampuan  berbahasa  anak  akan  berkembang  sejalan dengan rasa  ingin tahu serta sikap antusias yang tinggi, sehingga timbul pertanyaan- pertanyaan dari anak dengan kemampuan bahasanya. Kemampuan berbahasa juga akan terus  berkembang  sejalan  dengan  intensitas  anak  pada  teman  sebayanya.  Hal  ini mengimplikasikan perlunya anak memiliki  kesempatan yang luas dalam menentukan sosialisasi   dengan   teman-temannya.   Dengan   memperlihatkan   suatu   mina yang meningkat terhadap aspek-aspek fungsional bahasa tulis, ia senang mengenal kata-kata yang menarik baginya dan mencoba menulis kata yang sering ditemukan. Anak juga senang  belajar  menulis  namanya  sendiri  atau  kata-kata  yang  berhubungan  dengan sesuatu yang bermakna baginya.
Antara usia 4 dan 5 tahun, kalimat anak sudah terdiri dari empat sampai lima kata. Mereka juga mampu menggunakan kata depan seperti di bawah, di dalam, di atas dan di samping. Mereka lebih banyak menggunakan kata kerja daripada kata benda.
Antara 5 dan 6 tahun, kalimat anak sudah terdiri dari enam sampai delapan kata. Merek juga  sudah  dapat  menjelaskan  arti  kata-kata  yang  sederhana,  dan  juga mengetahui lawan kata. Mereka juga dapat menggunakan kata penghubung, kata depan dan kata sandang.
Pada  masa  akhir  usia  prasekolah  anak  umumnya  sudah  mampu  berkata-kata sederhana dan berbahasa sederhana, cara bicara mereka telah lancar, dapat dimengerti dan cukup mengikuti tata bahasa walaupun masih melakukan kesalahan berbahasa.
e.              Perkembangan Sosial
Perilaku sosial merupakan aktivitas dalam berhubungan dengan orang lain, baik denga teman  sebaya,  guru,  orang  tua  maupun  saudara-saudaranya.  Di  dalam hubungan dengan orang lain, terjadi peristiwa-peristiwa yang sangat bermakna  dalam kehidupannya yang dapat membantu pembentukan  kepribadiannya.
Sejak  kecil  anak  telah  belajar cara  berperilaku  sosial  sesuai  dengan  harapan orang-orang  yang  paling  dekat  dengannya,  yaitu  dengan  ibu,  ayah,  saudara,  dan anggot keluarg yan lain Ap yan telah   dipelajar anak   dar lingkungan keluarganya turut  mempengaruhi pembentukan perilaku sosialnya.
Perilaku yang ditunjukkan anak dapat berbeda tergantung dengan siapa anak berhadapan. kehadiran orang lain dapat menimbulkan reaksi yang berbeda pada tiap-tiap anak. Perbedaan ini dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu: persepsi anak yang menjadi anggota kelompok, lingkungan tempat terjadinya interaksi dan pola kepemimpinan yang berlaku.
Pola perilaku sosial menurut Elizabeth. B. Hurlock (1978:239)  terbagi atas dua kelompok, yaitu pola perilaku sosial dan pola perilaku tidak sosial. Pola perilaku yang termasuk dalam  perilaku  sosial adalah mampu bekerja sama, dapat bersaing secara positif, mampu berbagi pada  yang lain, memiliki hasrat terhadap penerimaan sosial, simpati, empati, mampu bergantung secara  positif pada orang lain, bersikap ramah, tidak mementingkan diri sendiri, mampu meniru hal-hal positif, dan memiliki perilaku kelekatan  (attachment  behavior)  yang  baik.  Sedangkan  perilaku  yang  tidak  sosial ditandai  dengan  negativisme,  agresi,  pertengkaran,  mengejek  dan  menggertak,  sok berkuasa, egosentrisme, berprasangka dan antagonisme jenis kelamin.
Hubungan antara anak dengan teman sebaya merupakan bagian dari interaksi sosial yang dilakukan anak dengan lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakatnya. Anak-anak  perlu  belajar  memperoleh  kepuasan  yang  lebih  banyak  dari  kehidupan sosial  bersama  teman  sebayanya.  Proses  pembelajaran  dalam  kelompok  sebaya merupakan proses pembelajaran kepribadian sosial” yang sesungguhnya. Anak-anak belajar cara-cara mendekati orang asing, malu-malu atau berani, menjauhkan diri atau bersahabat, anak  belajar memberi dan menerima., belajar berteman dan bekerja. Ia belajar  bagaiman memperlakukan  teman-temannya,  ia  belajar  apa  yang  disebut dengan bermain jujur.
Pergaulan sosial merupakan pengalaman hidup yang kaya dan alami bagi anak sehingga dapat mendorong segenap aspek perkembangan anak secara lebih terintegrasi dan menyeluruh. Aktivatas kehidupan anak pada tingkat perkembangan sosial usia prasekolah yang berlangsung antara umur lima sampai dengan enam tahun kebanyakan bukan lagi dalam rumah bersama orangtua dan saudara-saudaranya, tetapi di luar rumah dengan teman sebaya dan bahkan dengan orang dewasa lainnya. Pada saat ini anak akan memasuki sekolah, oleh karena itu, hubungan sosial dengan teman sebaya makin bertambah luas. Pada masa ini perhatian anak terhadap teman sebaya sangat tinggi. Anak sangat membutuhkan untuk diterima oleh kelompok teman sebaya, terutama kelompok yang dipandang bergengsi.

No comments:

Post a Comment