Pages

Tuesday, February 12, 2013

Life Long Education


Pengertian Life Long Education
Pendidikan seumur hidup bukan suatu sistem pendidikan yang berstruktur, melainkan suatu prinsip yang menjadi dasar dan menjiwai seluruh organisasi sistem pendidikan yang ada. Dalam kenyataan hidup dari dahulu sudah dapat dilihat bahwa hakikatnya orang belajar seumur hidup, meskipun dengan cara yang berbeda dan melalui proses yang tidak sama.
Menurut Cropley life long education diartikan dengan tujuan atau ide formal untuk pengorganisasian dan perstrukturan pengalaman pendidikan. Pengorganisasian dan perstrukturan ini diperluas mengikuti seluruh rentangan usia, dari usia yang paling muda sampai yang paling tua.
Pendidikan sepanjang hayat (life long education) menyatakan bahwa pendidikan tidak berhenti hingga individu menjadi dewasa, tetapi tetap berlanjut sepanjang hidupnya. Pendidikan sepanjang hayat menjadi semakin tinggi urgensinya pada saat ini karena manusia terus menerus menyesuaikan diri supaya dapat  tetap hidup secara wajar dalam lingkungan masyarakat yang selalu berubah. Sisi lain pendidikan sepanjang hayat adalah peluang yang luas bagi seseorang untuk terus belajar agar dapat meraih keadaan kehidupan yang lebih baik. Ciri-ciri manusia yang menjadi pelajar sepanjang hayat :
v  Sadar bahwa dirinya harus belajar sepanjang hayat.
v  Memiliki pandangan bahwa belajar hal-hal yang baru merupakan cara logis untuk mengatasi masalah.
v  Bersemangat tinggi untuk belajar pada semua level.
v  Menyambut baik perubahan (open minded).
v  Percaya bahwa tantangan sepanjang hidup adalah peluang untuk belajar hal baru.
Jadi, pendidikan seumur hidup adalah sebuah sistem konsep-konsep pendidikan yang menerangkan keseluruhan peristiwa-peristiwa kegiatan belajar mengajar yang berlangsung dalam keseluruhan kehidupan manusia. Proses pendidikan seumur hidup berlangsung secara kontinue, dan tidak terbatas oleh waktu seperti pendidikan formal, proses belajar seumur hidup tidak hanya dilakukan seorang yang terpelajar tetapi semua lapisan masyarakat bisa melaksanakannya.
Komponen Life Long Education
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Komponen pendidikan menentukan berjalan atau tidaknya suatu sistem pendidikan. Sebuah sistem operasional pendidikan seumur hidup mencakup beberapa komponen-komponen:
a.       Tujuan-tujuan pendidikan seumur hidup.
b.      Asumsi-asumsi yang mendasari pendidikan seumur hidup.
c.       Prinsip-prinsip pembimbing untuk pengembangan sistem pendidikan seumur hidup.
d.      Bentuk-bentuk belajar, yang terdiri atas pendidikan umum yang berlangsung secara formal dan non formal dan pendidikan profesional yang berlangsung secara formal dan non formal.
Tujuan Life Long Education
Tujuan pendidikan merupakan suatu hal yang ingin di capai oleh kegiatan pendidikan. Sebagaimana kita tahu bahwa setiap polah tingkah manusia baik yang disadari ataupun tidak tentu ada tujuannya. Sistem pendidikan seumur hidup memliki beberapa tujuan, diantaranya :
v  Mengembangkan potensi kepribadian manusia sesuai dengan kodrat dan hakikatnya, yakni seluruh aspek pembaurannya seoptimal mungkin.
v  Dengan mengingat proses pertumbuhan dan perkembangan kepribadian manusia bersifat hidup dinamis, maka pendidikan wajar berlangsung seumur hidup.
Konsep Life Long Education
Konsep pendidikan seumur hidup, sebenarnya sudah sejak lama dipikirkan oleh para pakar pendidikan dari zaman kezaman. Apalagi bagi umat islam, jauh sebelum orang-orang barat mengangkatnya, Islam sudah mengenal pendidikan seumur hidup, sebagai mana dinyatakan oleh hadits nabi SAW yang berbunyi
اطلب العلم من المهد الى اللحد
Artinya : tuntutlah ilmu dari buaian sampai meninggal dunia.
Azas pendidikan seumur hidup itu merumuskan suatu azas bahwa proses pendidikan merupakan suatu proses kontinue, yang bemula sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia. Dalam kenyataan hidup sehari-hari dari dahulu sudah dapat dilihat bahwa pada hakikatnya orang belajar sepanjang hidup. Singkatnya tidak ada batas usia yang menunjukkan tidak mungkinnya dan tidak dapatnya orang belajar. Seorang petani tua berusaha mencari tahu mengenai cara-cara baru dalam bercocok tanam, memberantas hama, dan pemasaran hasil yang menguntungkan, itu adalah pertanda bahwa belajar itu tidak dibatasi oleh usia. Dorongan belajar sepanjang hayat itu terjadi karena dirasakan sebagai kebutuhan. Setiap orang merasa butuh untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya dalam menghadapi dorongan-dorongan dari dalam dan tantangan alam sekitar, yang selalu berubah. Sepanjang hidupnya manusia dituntut untuk mampu menyesuaikan diri secara aktif, dinamis, kreatif, dan inovatif terhadap diri dan kemajuan zaman.
Pendidikan sepanjang hayat yang dalam prakteknya telah lama berlangsung secara alamiah dalam kehidupan manusia itu dalam perjalanannya menjadi pudar, disebabkan oleh semakin kukuhnya kedudukan sistem pendidikan persekolahan di tengah-tengah masyarakat. Sistem pendidikan persekolahan yang polanya telah mentradisi membentuk masyarakat tersendiri dan memisahkan diri dari lingkungan masyarakat luas. Sekolah membentuk masyarakat khusus yang mempersiapkan diri untuk kehidupan di hari depan, bukan kehidupan sekarang ini, dengan membekali diri berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan menurut porsi yang telah ditetapkan dengan keyakinan bahwa bekal tersebut pasti cocok dengan tuntutan zaman. Kenyataan menunjukkan bahwa masyarakat selalu berubah dengan membawa tuntutan-tuntutan baru. Bekal yang telah dipersiapkan secara baku pada saat seseorang ditempa di sekolah tidak selalu sesuai dengan kebutuhan di lapangan yang nantinya akan diterjuni.   
Konsepsi Life Long Education di Indonesia
Untuk Indonesia sendiri, konsepsi pendidikan seumur hidup baru mulai dimasyarakatkan melalui kebijakan Negara ( Tap MPR No. IV / MPR / 1970 dan Tap No. IV/ MPR / 1978 Tentang GBHN) yang menetapkan prinsip-prinsip pembangunan nasional antara lain :
1.          Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka prmbangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh rakyat Indonesia (arah pembangunan jangka panjang).
2.          Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan didalam keluarga (rumah tangga), sekolah dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. (BAB IV GBHN bagian pendidikan).
Didalam UU Nomor 20 tahun 2003, penegasan tentang pendidikan seumur hidup, dikemukakan dalam pasal 13 ayat (1) yang berbunyi: "Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, non formal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya". Jadi dapat pula dikatakan bahwa pendidikan dapat diperoleh dengan 2 jalur, yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan diluar sekolah. Jalur pendidikan sekolah meliputi pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Dan jenis pendidikan ini mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik profesi, vokasi, keagamaan dan khusus.
Sedangkan jalur pendidikan luar sekolah meliputi pendidikan nonformal dan informal. Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan nonformal berfungsi mengembalikan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan ketrampilan fungsional serta mengembangkan sikap kepribadian hidup.
Pendidikan informal yaitu kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. pendidikan keluarga termasuk jalur pendidikan luar sekolah merupakan salah satu upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pengalaman seumur hidup. Pendidikan keluarga memberikan keyakinan agama, nilai budaya yang mencakup nilai moral dan aturan-aturan pergaulan serta pandangan, ketrampilan dan sikap hidup yang mendukung kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kepada anggota keluarganya yang bersangkutan. peserta didik berkesempatan untuk mengembangkan kemampuan dirinya dengan belajar pada setiap saat dalam perjalanan hidupnya sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan masing-masing.
Dasar-dasar Pemikiran Life Long Education
Di era yang semakin modern seperti sekarang ini, kebutuhan akan pendidikan dirasa semakin sangat penting. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut manusia untuk senantiasa belajar, oleh karenanya muncul konsep pendidikan life long education yang menjamin setiap manusia untuk bisa belajar sepanjang hidupnya. Berikut beberapa alasan mengenai urgensi pendidikan sepanjang hayat dilihat dari beberapa tinjauan.
a.    Tinjauan Ideologis
Setiap manusia hidup mempunyai hak asasi yang sama dalam hal pengembangan diri, untuk mendapatkan pendidikan seumur hidup untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan hidup. Dengan adanya pendidikan seumur hidup maka waktu manusia belajar dan mengembangkan potensi akan semakin panjang. Menjadi suatu kewajiban penguasa maupun tokoh masyarakat untuk menyelamatkan rakyat dari bahaya kebodohan dan kemelaratan.
b.    Tinjauan Ekonomis
Salah satu cara keluar dari lingkaran kebodohan dan kemelaratan adalah dengan cara pendidikan seumur hidup. Dengan pendidikan seumur hidup seorang manusia akan lebih banyak menerima pengetahuan dan keterampilan dimana hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi setiap orang. Pendidikan seumur hidup dalam tinjauan ekonomi memungkinkan seseorang untuk :
v  Meningkatkan produktivitasnya.
v  Memelihara dan mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya.
v  Memungkinkan hidup dalam lingkungan yang sehat dan menyenangkan.
v  Memiliki motivasi dalam mengasuh dan mendidik anak secara tepat sehingga peranan pendidikan dalam  keluarga menjadi  sangat besar dan penting.
c.    Tinjauan Sosiologis
Salah satu masalah pendidikan di negara berkembang adalah pemborosan yang disebabkan oleh sebagian orang tua yang menyekolahkan anak-anaknya di lembaga pendidikan yang mahal sedangkan anak-anak yang disekolahkan tidak serius dalam menuntut ilmu. Oleh karena itu pendidikan seumur hidup bagi orang tua merupakan pemecahan masalah pendidikan bagi anak-anaknya. Dengan orang tua belajar maka anak-anak bisa menirunya dan serius dalam bersekolah.
d.   Tinjauan Politis
Pada negara demokrasi hendaknya seluruh rakyat menyadari pentingnya hak-hak kewajibannya disamping  memahami fungsi pemerintahan. Karena itu, pendidikan perlu diberikan kepada semua orang karena maju tidaknya suatu negara juga dipengaruhi oleh kualitas pendidikan warga negaranya. Setiap warga negara yang hidup di suatu negara perlu mempelajari apa saja terkait dengan bangsa dan negaranya selama hidupnya, karena di bawah negaralah mereka memperoleh perlindungan.
e.    Tinjauan Filosofis
Pendidikan seumur hidup secara filosofi akan memberikan dasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pastinya akan selalu ada perubahan-perubahan dan semua itu perlu dipelajari oleh semua rakyat, disinilah terlihat peran pendidikan sepanjang hayat.
f.     Tinjauan Teknologis
Semakin maju jaman semakin berkembang pula ilmu pengetahuan dan teknologinya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut setiap orang untuk terus belajar agar bisa bertahan hidup. Selain itu dengan teknologi maka pendidikan seumur hidup akan semakin mudah. Begitu pula sebaliknya. Dengan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, para pemimpin, teknisi, guru dan sarjana dari berbagai disiplin ilmu senantiasa menyesuaikan perkembangan ilmu teknologi untuk menambah pengetahuan disamping ketrampilannya.
g.    Tinjauan Psikologis dan Paedagogis
Pendidikan pada dasarnya dipandang sebagai pelayanan untuk membantu pengembangan personal sepanjang hidup yang disebut development. Konseptualisasi pendidikan seumur hidup merupakan alat untuk mengembangkan individu-individu yang akan belajar seumur hidup agar lebuh bernilai bagi masyarakat. Tidak dipungkiri lagi bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh besar terhadap pendidikan khususnya konsep teknik penyampaiannya karena perkembangan ilmu dan teknologi makin luas dan komplek, maka tidak mungkin segalanya itu dapat diajarkan kepada anak di sekolah. Maka dewasa ini, tugas pendidikan formal yang utama adalah bagaimana mengajarkan cara belajar, menanamkan motifasi yang kuat kepada anak untuk belajar terus sepanjang hayatnya. Dan untuk memberikan ketrampilan itu semua, perlu diciptakan kondisi yang merupakan penerapan life long education.
h.    Tinjauan Etis
Terselengaranya pendidikan seumur hidup secara meluas dikalangan masyarakat dapat menciptakan iklim lingkungan yang memungkinkan terwujudnya keadilan sosial. Masyarakat luas dengan berbagai stratanya merasakan adanya persamaan kesempatan memperoleh pendidikan. Selanjutnya berarti pula persamaan sosial, ekonomi, dan politik. Dengan terselenggaranya pendidikan seumur hidup yang lebih baik akan membuka peluang bagi perkembangan nasional untuk mencapai tingkat persamaan internasional. Pendidikan seumur hidup pada prinsipnya dapat mengeliminasi peranan sekolah sebagai alat untuk melestarikan ketidakadilan sosial.
Implikasi Konsep Life Long Education
Dengan diterimanya konsep pendidikan seumur hidup sebagai konsep dasar pendidikan maka berarti sifat kodrati pendidikan, yaitu upaya memperoleh bekal untuk mengatasi masalah hidup sepanjang hidup lebih menembus dan menjiwai penyelenggaraan semua sistem pendidikan yang ada, yang sudah melembaga maupun yang belum. Pendidikan berlangsung dari masa bayi sampai dengan pendidikan diri sendiri pada masa manula. Seperti telah dijelaskan terdapat ciri-ciri khas pendidikan seumur hidup yang diharapkan menjiwai pendidikan masa kini dan pada masa mendatang.
Ciri-ciri pendidikan sepanjang hayat yang dimaksud adalah :
a.       Pendidikan sepanjang hayat menghilangkan tembok pemisah antara sekolah dan lingkungan kehidupan nyata di luar sekolah.
b.      Pendidikan sepanjang hayat menempatkan kegiatan belajar sebagai bagian integral dari proses hidup yang berkesinambungan.
c.       Pendidikan sepanjang hayat lebih mengutamakan pembekalan sikap dan metode daripada isi pendidikan karena isi pendidikan bersifat statis dan senantiasa berubah.
d.      Pendidikan sepanjang hayat menempatkan peserta didik sebagai individu yang menjadi pelaku utama di dalam proses pendidikan yang mengarah kepada pendidikan diri sendiri (self education) dan sejalan dengan penciptaan masyarakat gemar belajar (learning society).
Implikasi sendiri diartikan sebagai akibat langsung atau konsekuensi dari suatu keputusan tentang pelaksanaan pendidikan seumur hidup. Menurut W.P Guruge dalam buku Toward Better Educational Management, implikasi pendidikan seumur hidup pada adalah :
a.           Pendidikan Baca Tulis Fungsional
Pendidikan baca tulis sangatlah penting bagi masyarakat, baik negara maju maupun negara berkembang. Realisasi baca tulis fungsional meliputi : 1) Memberikan kecakapan membaca, menulis, menghitung (3M) yang fungsional bagi anak didik. 2) Menyediakan bahan-bahan bacaan yang diperlukan untuk mengembangkan lebih lanjut kecakapan yang telah dimilikinya tersebut.
b.          Pendidikan Vokasional
Pendidikan vokasional sebagai program pendidikan di luar sekolah bagi anak di luar batas usia sekolah atau sebagai program pendidikan formal dan non formal dalam rangka ‘apprentice ship training’ merupakan salah satu program dalam pendidikan seumur hidup. Namun pendidikan vokasional tidak boleh dipandang sebagai jalan pintas tetapi tetap dilaksanakan secara kontinu.
c.           Pendidikan Profesional
Sebagai realisasi pendidikan seumur hidup, dalam tiap profesi hendaklah tercipta built in mechanism yang memungkinkan golongan profesional terus mengikuti berbagai kemajuan dan perubahan menyangkut metodologi, perlengkapan, terminology dan sikap profesionalnya.
d.          Pendidikan ke Arah Perubahan dan Pembangunan
Pendidikan bagi anggota masyarakat dari berbagai golongan usia agar mereka mampu mengikuti perubahan sosial dan pembangunan juga merupakan konsekuensi penting dari asa pendidikan seumur hidup.



e.           Pendidikan Kewarganegaraan dan Kedewasaan Politik
Pendidikan seumur hidup bagi kehidupan berbangsa dan bernegara baik menjadi rakyat maupun pimpinan. Sebagai rakyat perlu mengetahui hak dan kewajiban sedangkan sebagai pemerintah perlu tahu tugas-tugas dan wewenangnya.
Menurunnya posisi penting keluarga sebagai lembaga pendidikan, pergeseran peran remaja, dan orang dewasa, hubungan sosial pekerja dan pemimpin, meningkatnya emansipasi wanita dan berubahnya konsepso pria sebagai pencari nafkah semuanya membawa implikasi pada keharusan akan perlunya penyesuaian diri dari kedua belah pihak dalam menghadapi kemajuan. Untuk itu perlu adanya model baru pelayanan yang dapat membekali semua pihak untuk secara terus menerus menggalang diri guna mengatasi tantangan zaman. Model pelayanan yang dimaksud adalah pendidikan sepanjang hayat.
Arah Life Long Education
Pada umumnya pendidikan sepanjang hayat diarahkan pada orang-orang dewasa dan pada anak-anak dalam rangka penambahan pengetahuan dan keterampilan mereka yang sangat dibutuhkan di dalam pendidikan.
a.           Pendidikan sepanjang hayat kepada orang dewasa.
Sebagai generasi penerus, kaum muda atau dewasa membutuhkan pendidikan sepanjang hayat ini dalam rangka pemenuhan “self interest” yang merupakan tuntutan hidup mereka sepanjang masa. Diantara self interest tersebut, kebutuhan akan baca tulis bagi mereka umumnya dan latihan keterampilan bagi para pekerja, sangat membantu mereka untuk menghadapi situasi dan persoalan-persoalan penting yang merupakan kuncu keberhasilan.
b.          Pendidikan sepanjang hayat bagi anak
Pendidikan sepanjang hayat bagi anak, merupakan sisi lain yang perlu memperoleh perhatian dan pemenuhan oleh karena anak akan menjadi “tempat awal” bagi orang dewasa nantinya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Program kegiatan disusun mulai dari peningkatan kecakapan baca tulis, keterampilan dasar dan mempertinggi daya pikir anak, sehingga memungkinkan anak terbiasa untuk belajar, berpikir kritis dan mempunyai pandangan kehidupan yang dicita-citakan pada masa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

v  Literatur Buku
Umar Tirtarahardja dan S. L. La Sulo. 2008. Pengantar Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.
Mudyahardjo, Redja. 1998. Pengantar Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Ihsan, Fuad. 2003. Dasar-Dasar Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.
v  Literatur Internet

1 comment: